Cerita Awal Tahun

Setelah memulai tahun ini dengan tulisan MacOS itu, aku belum menuliskan apapun lagi sampai-sampai bulanpun sudah berganti. Sebenarnya bukan tidak punya cerita yang layak untuk disimpan di sini. Hanya saja aku merasa terlalu banyak rentetan kejadian di awal tahun ini yang membuatku perlu waktu untuk menceritakannya kembali.

Pagi ini saat aku membangunkan tidurnya kekasihku, mbak Aila. Aku menyinggung “Pengalaman dia yang beberapa hari lalu menjalani swab antigen.”, Itu adalah pengalaman pertamanya, dan katanya sih sakit. Aku coba memunculkan sebuah ide padanya; Bagaimana kalau pengalaman itu dituliskan sebagai sebuah cerita di bukunya? Sambil aku tawarkan ide lainnya. “Mbak Aila mau dibuatkan blog website? nanti bisa nulis di blog itu sambil belajar mengetik di papan keyboard. Bagaimana? Dia hanya menjawab dengan “eemmhh”, maklum dia baru bangun dari tidurnya. Hehe.

Awal tahun ini cukup berwarna dan waw banyak kejutan. Yang jelas semua kejadian apapun itu adalah hal baik, Alhamdulillah. Salah satu yang mengejutkan adalah Adik ipar yang makbedunduk memasuki proses persiapan untuk melepas masa lajangnya. Setelah sekian ribu hari, akhirnya dia berada di fase ini. Tentu dong semua orang berbahagia, namun jelas agenda ini membuat cukup riweuh. Mulai dari proses ini itu dan persiapan ini itu.

Banyak cerita dalam rangkaian acara ini. Terutama bagiku yang banyak belajar bahwa mau tidak mau, siap tidak siap akan menghadapi hal-hal seperti ini dihari-hari selanjutnnya. Ya semoga semua lancar hingga acara puncak nantinya. Aaamiin.

Setelah bertahun-tahun tidak bepergian jauh, awal tahun ini juga menjadi awal memberanikan diri untuk bepergian jauh. Ya bukan tanpa sebab sih, memang ada keperluan saja di kota-kota tujuan tersebut. Kalau nggak ada keperluan ya mungkin belum berani untuk pergi jauh di tengah balada virus ini. Perjalanan menuju dua kota yang cukup jauh dalam rentang waktu kurang lebih dua pekan seperti sebuah “New Achievement” buatku. Bisa jadi bekal untuk perjalanan yang lainnya. Lets go somewhere! Haiissh anak rumahan kok mau travelling, kayak iya iya aja *keplak kepala sendiri*.

Salah satu perjalananku kemarin adalah mengunjungi rumah kontrakan masa kecilku di Semarang. Di sebuah gang di mana aku dikejar oleh anjing pak Topo. Sayangnya, pak Topo telah tiada, aku tidak bisa menemui beliau. Hingga hari ini aku tidak pernah bisa mengingat wajah beliau. Bapak ibu tampak senang sekali bisa mengunjungi tempat itu, tetangga di sana masih mengingat kami yang sudah kurang lebih 30 tahun meninggalkan tempat tersebut. Mengenang masa lalu selalu menjadi hal menyenangkan yah. Apalagi mengunjungi tempat-tempat bersejarah masa kecil.

Cerita selanjutnya adalah berkumpulnya aku dan sodara kandung satu-satunya yang kupunya, adiku. Tentu lengkap dengan keluarganya. Menggembirakan bisa bertemu mereka. Melihat bapak ibu bahagia bertemu anak, cucu dan tentu mantu-mantunya. Kesempatan ini kita manfaatkan untuk liburan bersama. Tidak jauh-jauh, deket-deket aja, masih di kota yang sama kita liburan di pojok selatan, ditepian daratan untuk melepaskan jiwa-jiwa lelah, menciptakan bahagia dan kembali dengan cerita membara. Bertemu lagi kalau sudah ada waktunya yah gaes!

Selanjutnya cerita apa ya? sampai lupa sendiri apa saja yang terlewati dan terlewatkan. Ah nanti kalau ingat ditulis lagi deh, sementara ini dulu. Perihal memelihara ikan juga belum ditulis atau perihal membuat pegboard juga masih tersimpan.

Baiklah, kita sudahi dulu yah.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.