“Sebelum rangkaian sholat jumat kita laksanakan, kami dari takmir mesjid akan mengumumkan beberapa hal” begitulah biasanya takmir mesjid memulai pengumuman menjelang jumatan.

Ada hal yang menarik disetiap takmir memberikan pengumuman ini. Yaitu ketika mereka menyebutkan terbilang dari rupiah, baik dari jumlah infak sampai mengucapkan terbilang saldo mesjid.

Saya selalu tertarik mendengarnya bukan karena soal jumlah saldo atau besarannya lho ya. Ini murni dalam context bahasa. Karena tidak semua mesjid mengumumkan soal ini.

Jujur, menyebutkan terbilang dari sebuah angka rupiah itu susah-susah gampang. Kalau rupiahnya masih sedikit sih tak masalah, tapi akan berlibet kalau nilai rupiahnya agak besar dan ganjil-ganjil.

Biasanya yang membacakan pegumuman gini adalah mas-mas takmir yang masih cukup muda, mungkin grogi ya, jadi waktu membaca angka terbilang jadi agak belibet.

Coba deh kita sebutkan terbilang dari angka ini Rp. 83.657.300 atau Rp. 173.678.300, masih mudah? Iya, karena penulisannya tepat dengan pemisah tanda baca. Bayangkan kalau yang menulis itu tanpa tanda baca dan belum lagi ditulis dengan tulisan mawut, misale 83657300 atau 173678300. Bayangno susahnya takmir. Hahaha

Tapi bagian ini selalu menarik buat saya, karena apa? Ya, karena lucu aja. Mayan buat hiburan tho, walaupun hanya sekedar sedikit menggerakan bibir untuk senyum.

Coba deh besok atau nanti waktu jumatan perhatikan takmirnya menyebut terbilangnya, lancar atau terbata-bata ya.

Jika dibandingkan dengan liga sepakbola negara-negara Eropa, maka untuk menyukai sepakbola Indonesia memang tidak mudah. Butuh loyalitas, butuh kerelaan dan butuh banyak hal yang dimaklumi.

Satu-satunya sepakbola Indonesia yang masih bisa langsung diterima semua rakyat adalah pertandingan timnas, itupun saya rasa lebih karena rasa nasionalisme. Walaupun sebenarnya timnas kita itu tidak pernah benar-benar mujur setiap kali partai krusial, alias selalu gagal mencapai titik puncak klimaks kemenangan. Continue reading

Instagram ranked worst for young people’s mental health

Belum lama ini RSPH (Royal Society for Public Health) membuat riset tentang pengaruh sosial media terhadap kesehatan mental penggunanya. Berdasarkan riset tersebut mereka membeberkan hasil berikut :

  1. YouTube ( Most positive )
  2. Twitter
  3. Facebook
  4. Snapchat
  5. Instagram ( Most Negative )

Instagram menjadi yang paling negative dan YouTube menjadi yang paling positive. Kenapa bisa begitu?

Continue reading

Kini rakyat sudah sangat mudah mengkonsumsi video dari media apapun. Mulai dari YouTube, Instagram, WhatsApp,  Twitter, Facebook, Vimeo, website penyedia video, atau bahkan aplikasi yang isinya live show cewek berbusana mini sudah sangat mudah dikonsumsi.

Pada artikel sebelumnya saya pernah bercerita mengenai video. Dalam tulisan “itu” saya menulis bahwa mulai saat itu apapun kegiatan yang Anda lakukan ada baiknya didokumentasikan dalam bentuk video, dengan alasan bahwa konten video akan terus berkembang dan terus jadi konsumsi para netizen. Continue reading

Kurang lebih tujuh juta dua ratus lima puluh tujuh ribu enam ratus detik yang lalu terakhir kali saya menulis cerita di blog ini.

Sudah 120,960 menit yang lalu, sudah 2016 jam, sudah 12 minggu atau 84 hari yang lalu saya bercerita soal pistolan air dan belum disisipi cerita apapun.

Selain sudah lama tak mengisi blog ini, saya juga sudah lama tak bercerita di situs gulangguling.com, Bahkan kini situs itu lebih sering diisi oleh istri yang cukup rajin cerita tentang drama korea, sementara saya? sibuk dengan belum sempat menulis apa-apa di sana-sini. haha lol…

Menulis memang tak mudah, walaupun banyak cerita terkadang males untuk menulisnya hehe…

***

Seperti tagline yang sudah saya buat untuk blog ini “Tempat untuk menyimpan Ingatan”, jadi mari memulai lagi untuk menulis beberapa hal yang mungkin perlu diingat di sini.

Sekian dan mari menulis cerita selanjutnya…

 

 

Dulu, airnya diisi ke dalam pistolnya. Udah gitu, airnya suka rembes mili dari tutupnya yang kadang-kadang cepet rusak. 

Hari ini beli pistolan air buat Aila. Biar dia tau ada mainan macam ini. Bentuknya sekarang lebih modern, sudah ada tempat tampungan airnya sendiri, bahkan tampungannya itu bisa di lepas, layaknya sebuah pistol yang hendak reload amunisi. Well yach.. 

Jogyakarta 15 Februari, akhirnya saya nonton PSS Sleman secara langsung di Stadion Maguwoharjo. Haha lebay banget ngga sih sampai diblog-in gini. Tapi tak apalah, ini emang kali pertama nonton bola di Maguwoharjo.

Keinginan nonton ini muncul setelah nonton kick off piala presiden antara PSS Sleman vs Persipura ditelevisi. Alasan lainnya adalah saya sudah cukup lama tinggal di kota ini, namun belum pernah nonton sepakbola di stadion yang jaraknya sebenarnya tak jauh-jauh amat dari rumah. Ya hitung-hitung cari pengalaman baru dan pingin merasakan euforianya di stadion.

Sebenarnya saya berencana mencari jadwal PSS main pada akhir pekan, karna di hari sabtu atau minggu itu saya punya waktu untuk nonton langsung, eeh ternyata malah adanya di hari Rabu, Beruntung pada hari rabu tersebut pak Presiden yang terhormat memberikan libur karena “pesta rakyat” Pilkada. Well akhirnya rencana nonton pun semakin terbuka.

Continue reading

Dalam lingkungan windows ada sebuah cara mengkonsumsi aplikasi dengan gaya CLI linux, yaitu dengan menggunakan Chocolatey.

Seperti tagline mereka, Chocolatey adalah package manager untuk windows. Untuk Anda yang pernah menggunakan sistem operasi under Unix tentu mengerti apa itu package manager. Secara sederhana, dengan bantuan Chocolatey ini pengguna Windows dapat melakukan management software seperti install, upgrade dan remove dengan command CLI.

Kenapa pakai Chocolatey? Kenapa tidak hanya pakai Installation Wizard? Sebenarnya ini sebuah pilihan sih, tapi untuk teman-teman yang terbiasa dengan CLI maka akan sangat terasa kegunaannya. Lagian menurut saya hampir semua tutorial coding kebanyakan dibuat oleh user yang terbiasa dengan command CLI, jadi dengan adanya Chocolatey ini setidaknya akan mempermudah proses belajar. Continue reading

Hari ini sebuah notifikasi facebook muncul di foto lama yang tepat di hari ini berumur 6 tahun. Dalam foto itu seorang teman lama yang juga seorang owner dari startup keren Sale Stock, mas bro Lingga Madu mengirimkan sebuah komentar.

Isi komentarnya singkat, hanya sebuah tautan lowongan di perusahaan yang salah satu kantornya selalu saya lewati setiap pagi dan sore ( prapatan kentungan ). career.salestock.io

Setelah membuka tautan tersebut, saya mulai membaca dan skrol-skrol pada laman tersebut. Lowongan pekerjaan disana sungguh asik, menarik dan banyak, yang jelas sih aiti (IT) banget. Continue reading

Hari ini saya melakukan update satu aplikasi di project Androlite. Update major-nya adalah mengganti Library images menggunakan Glide yang menurut jauh lebih baik dari lib lainnya. Selain itu, Update kali ini saya menyatakan berpisah pada API level 9. Walaupun pada statistik installer masih ada pengguna dengan device level 9, namun saya rasa kini sudah waktunya harus move on dari Android Gingerbread tersebut.

updateandroid

Perubahan ini dilakukan karena mengikuti perkembangan, mungkin sama halnya dengan WhatsApp yang kini sudah tidak memberi support untuk Android versi lama, beberapa devices Windows Phone dan devices Blackberry versi terdahulu.

Para pengembang sudah lama meninggalkan support untuk API Level 9. Untuk saat ini Android level 14-lah yang masih relevan untuk diberi support, yakni minimum Ice Cream Sandwich.

Goodbye para installer Gingerbread, …

 

Akhir-akhir ini saya lebih banyak mengetik kode Android. Selain memang sedang menggarap aplikasi Android di kantor, akhir-akhir ini saya juga disibukan dengan kegiatan memperbaharui aplikasi untuk project Androlite.

Update aplikasi di Androlite ini memang terkait kebutuhan dan mempertanggungjawabkan aplikasi yang pernah saya buat.

Kenapa mempertanggungjawabkan? Ceritanya begini, Pada awal bulan Agustus saya mendapat kiriman surat elektronik dari Google Play, dalam surel tersebut dikatakan bahwa enam dari sedikit aplikasi milik Androlite harus diberi treatment khusus terkait cara penampilan iklan. Continue reading