in Blog

Mengulik Keberuntungan

Adalah kegiatan yang sebenarnya cukup menghabiskan waktu dan tenaga (pikiran). Melakukan sesuatu atas dasar belum tahu, biasanya hanya akan menjadi coba-coba yang belum tentu ada hasil dan tujuannya.

Mengulik bukan perkara yang banyak dilakukan. Sebagian orang sudah lelah terselimuti keadaan. Sudah lelah dengan kegiatan yang ada. Alasan yang biasanya dinilai bijaksana adalah sudah merasa cukup dengan kondisi sekarang, ra sah ngoyoo nek jarene wong jowo. Yang sebenarnya adalah kondisi pelik antara hasrat dan kondisi nyata (Saat waktu ada, inginnya istirahat. Saat ingin berkarya, waktu tak punya).

Tidak ada yang salah dari semua pilihan. Semua berhak menentukan pilihan sesuai dengan keadaan dan kesenangan. Yang jelas semua pilihan adalah baik, tanpa terkecuali pilihanmu.

Ngulik itu kelihatannya aja “wah”, tapi hasilnya belum tentu ada. “ra mesti ono duite, mung ketoe wae ‘wah’“. Betul! betul! betul! ngulik itu kadang hanya menghabiskan waktu dan pikiran, ujung-ujungnya belum tentu ada hasilnya.

Lalu kenapa masih sering ngulik? Apa tujuannya? Apa yang membuatmu selalu melakukannya? Kasarnya gini deh : ngapain ngulik ini itu, emang ada duitnya?

Aku selalu percaya usaha keras tidak akan mengkhianati. Bukan hanya sebuah kalimat yang tersemat dalam lirik salah satu lagu JKT48, tapi memang benar; usaha yang lebih keras hasilnya akan lebih banyak pula.

Sebuah proses akan selalu menjadi guru yang baik. Kegagalan hanyalah keberhasilan yang tertunda. Hebatnya? kita selalu bisa belajar dari sesuatu yang dilakukan walaupun tanpa hasil. Ahhh itu semua kan hanya kumpulan kata-kata semangat!! Iya betul, tapi memang itulah yang dapat membuat masih terus ngulik.

Orang pandai selalu kalah dengan orang beruntung. Dalam aspek apapun. Sepandai-pandainya seseorang, tidak akan mengira ada sebuah keberuntungan yang terjadi pada orang lain. Tapi coba kita mulai percaya; bahwa sebagian besar dari orang yang beruntung itu adalah orang yang piawai dalam satu atau beberapa hal.

Keberuntungan adalah pertemuan antara kesempatan yang datang dengan kesiapan diri.

Jadi kenapa perlu ngulik? mari berharap akan ada keberuntungan yang datang. Dan Jika nanti ada kesempatan muncul di hadapan, kita sudah siap untuk menjemput keberuntungan itu. Tentunya dengan bekal kesiapan yang kita punya dari kegiatan ngulik.

Suka ngulik bukan karena ingin jadi jagoan, hanya aku tidak betah dengan rasa penasaran.

Ayo ngulik! bebas apa saja yang penting suka dan menikmatinya! Tidak harus seperti kerjaan, tidak harus berupa teknologi. Yang penting suka! Entah itu musik, gambar, foto, buka usaha ataupun hanya sekedar membaca. Siapa tahu saat ngulik-ngulik itu bisa jadi sebuah penemuan. Ya tho ya tho?

Yukkkk bebaskan ngulikmu!

Write a Comment

Comment