in Blog

Oh Gini Rasanya

Gimana rasanya ganti nomor ponsel ? ribet ?

Sekarang ini kalau ganti nomor ponsel menjadi sebuah urusan yang ribet, kalau bisa jangan deh ya. Keribetan itu terjadi biasanya karena nomor sudah berusia lama, nomor sudah tersebar dimana-mana, atau nomor sudah terafiliasi dengan banyak akun; seperti akun perbankan, dompet digital ataupun personal akun lainnya.

Hal ini terjadi padaku, sudah jelas ini terjadi karena keteledoran diri sendiri. Lupa isi pulsa, lewat masa aktif dan masa tenggang alias hangus!

Sebelum memutuskan untuk ganti nomor, saya sudah berusaha bertanya ke gerai provider. Menanyakan perihal apakah saya masih bisa mengaktifkan dan menggunakan nomor ini lagi? bagaimanapun juga nomor ini sudah cukup lama bersamaku. Tentu sudah tersebar dimana-mana dan terafiliasi dengan banyak hal.

“Kartu ini masih bisa diaktifkan kembali, tetapi dengan syarat kita harus pindah ke Pasca bayar”.

Sayangnya pada bagian akhir jawaban itu saya kurang sreg. Entah kenapa, saya tidak tertarik mengakifkan kartu ini setelah diharuskan pindah ke Pasca bayar, apalagi katanya setelah migrasi ke pasca bayar tidak bisa lagi kembali ke pra-bayar. Uuuhh pemaksaan macam apa ini hehe.

Jujur, kartu ini sebenarnya hanya digunakan untuk kontak utama (Telp, Message, WhatsApp, dll). Sementara untuk kebutuhan internet, saya sudah punya yang lain.

Mereka berkata; “Kenapa ganti, sayang banget lho, nomornya pasti udah kemana-mana tuh. Nomor kontak teman lama gimana? hilang? Belum lagi urusannya ribet kalau ganti nomor, kamu harus meluangkan waktu untuk urus sana-sini.”

Memang sih banyak kegalauan muncul saat mau ganti nomor baru. Sayang banget nomornya sudah lama lah. Gimana nanti ribetnya ngurus sana-sini lah, belum tentu bisa kelar cepat lah. Apalagi harus mengingat akun mana saja yang harus diperbaharui.

Ahh… namun setelah berfikir dengan baik, akhirnya saya memutuskan untuk tetap menggantinya saja. Dengan segala konsekuensi harus melakukan pembaharuan dibeberapa akun yang sudah terafiliasi dengan nomor ini.

Saya mulai membuat daftar akun apa saja yang perlu segera saya selamatkan saat mulai mengganti nomor ini, yang jelas akun yang penting-penting dulu, seperti financial dan akun personal. Kalau akun sosmed atau e-commerce saya abaikan dulu, sambil jalan aja prosesnya.

Saya memulainya dengan melakukan switch number untuk akun WhatsApp. Aplikasi fenomenal ini menjadi sarana komunikasi utama saat ini. Beruntung mengganti nomor di sana tidaklah serumit yang dibayangkan. Kamu tinggal pakai fitur change number dan ikuti prosesnya. Oh ya, sebelum melakukan proses ini ada baiknya buatlah sedikit announcement kepada teman lama atau minimal pada kontak yang ingin kamu kabari.

Selanjutnya adalah akun personal, seperti email, Google payment atau akun-akun yang menggunakan security code ke nomor ponsel. Sebaiknya ini segera diganti.

Akun banking jelas harus segera diperbaharui, karena ini adalah sumber daya kehidupan. Selain itu kenapa harus segera diperbaharui, agar menghindari hal yang tidak-tidak terjadi dikemudian hari. Sayangnya urusuan ini harus menyempatkan mampir ke gerai bank. Beruntungnya, kantor tempatku bekerja berdekatan dengan counter bank. Urusan mengganti mobile banking atau internet banking ini tergolong mudah, tidak ribet, hanya perlu datang ke gerai bank dan menyelesaikannya dalam waktu kurang dari satu jam.

Setelah beberapa akun di atas selesai diperbaharui, saya rasa hampir semua urusan penting migrasi ke nomor baru ini telah selesai. Selanjutnya perlahan-lahan mulai mengganti akun-akun lainnya, seperti akun e-commerce, sosmed dan lainnya. Tidak terburu-buru, tetapi tetap harus dilakukan demi keamaan. Kalau kata temanku yang semalam akhirnya ngobrol via chat “Minimal ganti nomor ini bisa mengurangi security issue yang terjadi”. entahlah maksudnya apa ya.

Sejauh ini migrasi ke nomor baru bukan hal yang ribet-ribet sekali, memang ada perasaan kehilangan saat ini. Tapi bagaimanapun juga semua pasti ada solusinya.

Untuk urusan akun yang terafiliasi kita bisa selesaikan perlahan, yang terpenting akun financial dan akun utama diselesaikan terlebih dahulu.

Untuk urusan kontak yang pada hilang, sebenarnya nggak juga. Kita tidak kehilangan kontak mereka, hanya saja mereka yang kehilangan kontak kita. Lagi pula kita bisa menggunakan fitur broadcast messages untuk mengabarkan perihal pergantian nomor yang baru.

Jadi, mari kita mulai hal baru! yakni nomor baru!

dan ternyata begini ya rasanya ganti nomor baru; Belum banyak yang lihat status WhatsApp saya, yang artinya belum banyak yang menyimpan nomer baru saya ini. hahaha…

***


Also published on Medium.

Write a Comment

Comment

  1. Rasanya ribet yah mas hahahahaha, tapi untungnya sekarang komunikasi mostly dilakukan di Whatsapp, jadi kalau kita terpaksa ganti nomor, kita bisa langsung broadcast ke handai taulan 😁

    By the way, habis baca post ini, saya langsung buru-buru check masa berlaku kartu saya, takut mendadak habis karena nggak pernah check sebelumnya. Isi pulsa kalau sudah habis doang 😂 Ternyata setelah di-check, masa berlakunya sampai 2022 *kebanyakan top up pulsa sepertinya*

    OOT sedikit, saya suka banget web hujandanradio yang mas bagikan di post lama, hehe. Thank you sudah buat web keren itu mas, saya jadi bisa dengar radio dan suara hujan berbarengan 😆

    • Hai hai Mbak Eno…
      Sebenarnya setelah dijalani nggak ribet-ribet amat. Hanya kadang karena ini hal baru dan seperti kehilangan jadi rasanya agak gimana gitu. Hehe.

      Waah banyak pulsa nih, bagi dong mbak hehe… Hadiah guest post selanjutnya ditambahkan pulsa aja mbak 😀
      Duh jadi ingat belum ikutan guest post di blog mbak Eno 😐

  2. Syukurlah ada hikmah yang bisa diambil dari kejadian ini mas. Memang satu yang saya jaga yaitu keberlangsungan nyawa nomor hp ini. Karena saya orang yang malas mengurusi hal ribet itu. Salah satunya adalah dengan harus membayar paket data yang cukup mahal setiap bulannya.

    Yah itu resikonya. Seperti yang kawan saya bilang, “Kenyamanan selalu berbanding terbalik dengan Keamanan”
    Eh kawan saya itu ya kamu… Iya.. Kamu…

    • Iyap, sebuah pilihan, sepertihalnya kenyamanan yang merupakan subyektif. Semoga Anda tidak mengalami hal seperti saya. Tapi seandainya suatu hari mengalami hal serupa, ternyata mengurusnya tidak ribet-ribet amat dan soal kontak yang sudah tersebar masih bisa disolusikan dengan broadcast messages.