Lebaran Pernikahan dan Seriawan

Setelah berpuasa sebulan lamanya, Bagaimana lebarannya? lebaran tahun ini teras berbeda yah. Dua tahun lalu aku mencatat lebaran yang sangat berbeda di tulisan ini. Alhamdulillah tahun ini lebaran sudah lebih riuh ramai. Sudah boleh ada acara mudik, sudah boleh beribadah dengan rapat, sudah boleh berkunjung sana-sini. Dan yang jelas, sekarang ini kita sudah bisa sedikit menurunkan rasa khawatir soal pandemi. Semoga saja bumi semakin terus membaik dan normal kembali ya.

Lebaranku juga berbeda. Tahun ini aku bisa berkumpul lengkap dengan keluarga. Bersama orang tua, bersama saudara kandung dan keluarga besar lainnya. Alhamdulillah diberi kesempatan dan sehat.

Apa acara lebaran? Sudah jelaslah ya, makan-makan, kumpul ngobrol haha hihi, melihat orang tua ngemong cucunya alias anak-anaknya anak mereka. Poto-poto hore hingga poto studio yang agak seriusan pun dilakoni. Tak lupa saling maaf-memaafkan yang biasanya berderai air mata dan tawa. Haha

Selain lebaran sudah bisa dikatakan seperti normal. Lebaranku ini pun bertambah berbeda karena lima hari setelah idul Fitri, keluarga mengadakan hajatan pernikahan adik, ia adalah tantenya anak-anak. Masih dalam suasana lebaran kami harus switch mode untuk acara yang membahagiakan itu.

Persiapan ini itu sudah dilakukan keluarga jauh-jauh hari, bahkan sebelum memasuki bulan ramadan. Keberadaan Wedding Organizer jelas sangat membantu dalam acara ini, maklum kita tidak cukup cekatan kalau harus ngurus sendiri.

Rasa grogi sudah tentu muncul, apalagi untuk aku yang mudah panik ini. Namun syukurlah acara akad dan resepsi semua berjalan baik. Selamat ya untuk adikku. Selamat berpetualang.

Salah satu kejadian disaat persiapan-persiapan acara tersebut. Bapakku diberi tugas sebagai pembawa acara, ya sejenis yang menjadi juru bicara dari mempelai. Suatu malam sebelum acara, aku mendapati beliau sedang asik mengetik dengan laptopnya di meja makan. Beliau membuat draft tulisan yang isinya adalah sambutan. Saat aku bertanya ini untuk apa? beliau berkata: buat sambutan besok, “saya mengetik untuk mengingat dan menghapalnya”, haha nah kan! menulis adalah salah satu cara mengingat atau menyimpan ingatan, sepertihalnya tagline blog ini… eciyeeeh… ternyata aku sama seperti bapakku. hahaha.

Ada hal yang membuatku tidak nyaman pada masa lebaran dan pernikahan itu, yakni seriawan! Hehe agak susah ya bacanya kalau pakai huruf “e”? kita biasa menyebutnya “sariawan”. Tapi ternyata bentuk yang baku adalah yang pakai huruf “e”.

Sebagai cerita, aku dulunya mudah sekali sariawan. Katanya sih aku akan seriawan saat stress gitu. Ya kali ya dulu aku stress mulu. Sebenarnya sekarang ini aku sudah cukup jarang seriawan, tapi mudah cemas aja. haha podo wae ya…. Entah kenapa, mungkin kemarin agak tegang menghadapi acara ini itu jadi muncul seriawan deh.

Padahal ya, aku kalau udah seriawan itu biasanya besar, sakit dan lama sembuhnya. Aku sampai hapal posisi sariawan ku itu paling sering di situ, di ujung lidah sebelah kiri. Kalau aku bilang sih ini ada faktor dari sususan gigiku yang enggak bagus. Jadi rongga mulut aku tu kecil, tapi giginya besar-besar, jadinya ya gitu. Gigi numpuk-numpuk dan bahkan miring-miring gak bagus gituh. Nah, menurutku yang membuat seriawan menjadi lama sembuh dan terasa perih karena tergesek oleh gigi yang enggak beraturan itu. Hah pokoknya menderita deh. Mau banyak ngobrol nggak bisa, mau banyak makan juga susah. Apalagi mau ciuman! Haduuh belum bisa nikmat. Yaaa…. beberapa kali bercinta tanpa ciuman basah deh haha.

Eh, ngomong-ngomong ada nggak sih manusia yang belum pernah seriawan? kayaknya ngga ada ya…

Hmm mau cerita apa apalagi ya… Kayaknya itu dulu deh ya. Kita sambung lain kali..

see ya…

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.