Tower dan Kran

“Towel! Towel! Towel!” Teriak Aila setiap kali melihat tower pemancar BTS. Semasa kecil, Aila paling senang kalau lihat tower. Matanya selalu awas untuk melihat tower. Baik sedang jalan kaki, naik motor atau naik mobil dia paling tertarik kalau lihat tower.

Entah apa yang ada di benaknya, yang jelas; tower adalah cerita bagi kami dan Aila.

Berbeda dengan Aila, kali ini cerita anak kedua kami, Aya.

“Itu klan! Itu klan! Klan nya mana tadi? Cuci tangan pakai klan!” Ujar Aya dengan nada yang sangat lucu.

Sama seperti kakaknya, dimana pun dan kemanapun, Aya paling suka lihat kran air. Entah kenapa dan kapan dia mulai menyukai kran. Mungkin ini karena edukasi cuci tangan saat Covid sungguh melekat. Akhirnya dia paling suka kalau lihat kran dan cuci tangan. Aya seperti tumbuh menjadi anak new normal banget ya. Hehe.

***

Tower dan Kran adalah dua putriku, Aila dan Aya. Aila yang bernama lengkap Aitaretya Aquilla Sadhitya dan Aya yang bernama lengkap Altheya Adhara Sadhitya. Mereka bintangku.

Dua hal seperti ini layak kutuliskan. Aku percaya bahwa suatu hari nanti tulisan ini akan menjadi ceritaku dan dia di masa senja nanti. (Ceileeeh senja!)

Saat kami sudah mulai susah mengingat kenangan. Saat kulit mulai keriput dan mata mulai sayu, akan aku baca kembali semua tulisan ini bersamanya.

Verba volant, scripta manent.


Also published on Medium.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *