Menjalani hari, menyelesaikan tanggung jawab, pulang, tidur, esok ulangi lagi. Rutinitas menjalani hidup dan menghidupi kehidupan.
Pikiranku punya jadwal—memikirkan hal yang sama, khawatir pada hal yang sama, berharap pada hal yang itu-itu saja.
Tidak ada yang benar-benar salah. Namun itu yang membuatku terasa resah.
Aku butuh kesibukan, tapi bukan sekadar sibuk untuk mengisi waktu.
Aku butuh kesibukan yang lain—yang datang dari luar pola, luar kebiasaan, luar lingkaran pikiran yang berulang.
Hal baru yang membuat aku kembali canggung, belajar dari nol, melakukan kesalahan tanpa rasa malu. Sesuatu yang menyita perhatian bukan karena tuntutan, tapi karena rasa penasaran.
Kadang rutinitas ini bukan melelahkan tubuh— ia melelahkan rasa, memenuhi dada yang isinya kamu semua.
Aku butuh kesibukan yang menyibukkan jiwa. Bukan kesibukan yang hanya memenuhi isi kepala saja. Aku butuh letupan kecil yang membuat hari terasa hidup lagi.
Mungkin hobi yang tertunda.
Proyek kecil yang tak harus sempurna.
Belajar sesuatu yang tak ada hubungannya dengan produktivitas.
Atau sekadar menciptakan, tanpa tujuan apa pun selain merasa hidup.
Kekosongan tidak selalu datang dalam wujud tidak punya apa-apa.
Kadang ia datang karena terlalu lama berada di tempat yang sama.
Dan mungkin, yang aku butuhkan bukan perubahan besar, namun hanya satu hal yang baru.
Satu kesibukan yang berbeda.
Satu letupan yang mengingatkanku bahwa aku masih bisa merasa tertarik pada dunia.
Hari ini, aku tidak mencari pelarian. Aku hanya mencari kesibukan yang membuatku bernapas lebih dalam, lagi…