Rangkai Kata

Kok ada ya yang buka jasa macam ini? Dan herannya, ternyata banyak juga yang membutuhkan jasa ini!

Akhir akhir ini memang saya banyak melihat soal literasi di linimasa. Ialah Zarry Hendrik, CEO dari kapitulis ini sering membagikan info perihal banyak yang menggunakan jasa rangkai kata. Lalu membuat saya kepo tentang ini itunya.

Kok bisa ya? Saya masih heran juga. Tapi ternyata memang merangkai kata itu tidaklah mudah. Misal, untuk menulis sebuah caption pada unggahan media Instagram saja, masih banyak yang kebingungan. Terkadang akhirnya hanya menulis no caption, vitamin sea atau apalah ngga jelas gitu yang dianggap cukup, misal.

Bagi sebagian orang caption ternyata sangat penting untuk menjaga citra bersosmed dan meningkatkan engagement.

Saya mencoba telusur apa saja sih jenis rangkai kata yang banyak dipesan, ternyata banyak juga jenisnya dan bahkan tidak melulu soal percintaan, kegalauan atau keresahan.

Jenis lainnya seperti rangkaian kata motivasi, melamar kerjaan, kata-kata untuk resign dan bahkan kata-kata untuk left dari group pun ada. Walaupun mungkin masih banyak yang rangkai kata soal hati ; melamar dia, kata rindu, kata maaf dan kegalauan lainnya.

Saya pernah mendapati juga, ada yang memesan kata untuk orang tuanya. Pesanan kata untuk kembali rujukan. Dan kata-kata itu berkerja dengan berhasil membuat rujukan terjadi! Luar biasa yah. Rangkaian kata bisa meluluhkan hati!

Memang ya, sebuah rangkaian kata itu terkadang bisa jadi magis, bisa membuat yang membaca merasakan atau membayangkan.

Pernah ngga sih kamu membaca sebuah cerita singkat, tapi kamu sampai membayangkannya? Nah itu magisnya.

Misal, sebuah deskripsi seorang wanita yang memiliki rambut panjang lurus dan hitam, dia lebih suka membiarkan rambutnya terurai, membuat aroma harum tercium pada disetiap kibasan rambutnya. Potongan cerita tersebut jika ditulis lebih dalam, bisa saja membuat sang pembaca membayangkan lebih jauh.

Misalnya lagi; “Hey kamu, aku rindu. Peluklah aku, tak perlu erat, longgar saja. Aku masih ingin bisa melihatmu dan tetap bernafas dengan baik.”

Sayangnya, saya tak pandai melakukannya. Pol mentok ya gitu-gitu aja, seperti halnya nulis caption yang copy paste, isinya hanya Ampas! semata.

Tapi asik juga ya kalau bisa membuat rangkaian kata gitu. Terlebih ternyata kegalauan dan keresahan bisa menjadi sebuah komoditi.

Buka usaha di bidang jasa memang tak ada matinya. Modalnya adalah ilmu. Tapi ya susah juga kalau ngga berilmu olah rangkai kata ini.

Apalagi rangkai kata ini kan sangat dekat sekali dengan plagiarisme. Bayangkan saja menulis pesanan kata rindu berkali-kali tapi tidak boleh sama satu sama lainnya. Haduh kalau ngga punya kamus kata yang banyak pasti bingung tuh. Ya ngga?

Atau gini, kondisi mood tidak baik tapi harus menerima pesanan kata-kata yang ber-mood baik, atau juga sebaliknya. Mumet kan?

Contohnya cuitan di bawah, apakah saat menulis itu ZH sedang merasa rindu? Membayangkan kejadian pelukan? Bagaimana dia bisa menuliskan kata itu sedangkan mood dia tidak berada di situ? Nah inilah kenapa jasa ZH sangat profesional.

Yah begitulah ternyata, saya masih heran juga soal ini. Tapi nyatanya banyak yang menggunakan jasa ini.

Beberapa orang sangat yakin bahwa sebuah kalimat dari susunan kata yang tepat mampu mendatangkan sebuah magis untuk para pembacanya.

Sekian dan mari menulis lagi.


Also published on Medium.

Leave a Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *