Jam menunjukkan hampir pukul 12 siang, sayup-sayup sudah terdengar suara adzan Zuhur dari gawai milik salah satu kerabat kerja.

Bagiku yang tetap harus masuk kantor walaupun dalam masa pandemi, ini adalah waktu yang tepat untuk ishoma, istirahat-sholat-makan. Maklum, tempat kerjaku berada di Rumah Sakit, yang konon katanya adalah tempat garda terdepan.

Ah, entah terdepan atau terakhir, yang jelas aku tidak pernah berhenti berharap kita selalu sehat dan tidak perlu ada istilah garda-gardaan yang hanya dijadikan gimmick semata.

Continue reading

“Blaaak….”

Suara bola lemparan dari Hanafi berhasil mendarat dengan manis di lengan Haris Fadilah, itu menjadi akhir dari permainan kasti dengan kemenangan tim Hanafi dengan skor 2-1.

Dari celah pintu yang terbuka, aku mencoba menengok jam yang tergantung di ruang guru. Oh pukul 09.25. Aku yakin, pak Bardi sebentar lagi akan memukul lonceng dengan irama khasnya.

Kami memang terbiasa memanfaatkan waktu istirahat yang hanya 30 menit ini untuk bermain kasti. Permainan yang cukup asik pada jaman itu, sangat jauh dari sentuhan teknologi pastinya.

Continue reading

Pukul 02.40, terjaga dari tidur yang rasanya belum lama membawa mata ini terpejam. Kemudian hanya ketap-ketip tanpa tahu kapan akan kembali memejamkan mata.

Sambil skrol-skrol sosmed kecintaan kita semua, saya membaca beberapa literasi mengenai ini itu, hingga akhirnya berhenti pada perasaan “oh damn! Lho lho tahun ini sudah hampir habis” . Kini sudah berada di pertengahan bulan September dan tiga bulan lagi selesai sudah perkara tahun ini.

Continue reading

Pandemi membuat kegiatan sekolah pindah dari rumah. Ya bukan kenapa-kenapa, ini memang langkah terbaik yang diambil negara demi memutus rantai penyebaran Covid-19, menyelamatkan masa depan. Entah sampai kapan ya.

Sekolah dari rumah ternyata bukan hal mudah, banyak orang tua yang kini harus ekstra belajar, ekstra bersabar, ekstra tenaga demi mendampingi buah hati untuk sekolah dari rumah, dan itu tidak mudah! belum lagi jika harus mengurus kebutuhan rumah tangga, atau mengurus anggota keluarga lainnya. hah! salut untuk para orang tua yang selalu memiliki stok sabar yang banyak. Tetap semangat ya pak, bu!

Continue reading